GAS S (GABUNGAN SCOOTER SERANG)

Rabu, 24 Maret 2010

ADA TUGAS BAHASA INDONESIA
JANGAN TAKUDDDDD??????
YOU SEE IT :

OPINI
REPUBLIKA
KAMIS 29 OKTOBER 2009

Suara publika

Dinas kebersihan
Klarifikasi

Sehubungan dengan pemberitaan Harian Republika, 22 Oktober 2009, dihalaman 15 tentang “Tertibkan TPS Liar” dan “Warga Keluhkan Tempat Pembuangan Sampah Minim”, saya klarifikasi beberapa keterangan supaya pembaca tidak salah paham. Adapun klarifikasinya sebagai berikut :
1. Tugas Dinas/Sudin Kebersihan hanya mengangkut sampah dari TPS resmi untuk diangkut ke TPST Bantargebang. Untuk mengangkut door to door (dari rumah ke rumah), dilaksanakan secara swadaya oleh masyarakat.
Pengelolaan dan pemungutan retribusi untuk biaya operasional petugas swadaya (gerobak sampah) dilakukan oleh RT/RW setempat (Dinas Kebersihan tidak memungut retribusi).
2. Jadwal mengangkut sampah telah diatur sesuai kesepakatan bersama antara aparat wilayah Camat/Lurah, RT/RW, dan masyarakat setempat, yaitu pada pagi hari pukul 04.00 sampai 06.00 WIB dan malam hari pada pukul 21.00 sampai 24.00 WIB.
Sedangkan, pada siang hari, tidak dapat dilakukan pengangkutan karena akan berdampak pada kemacetan. Penentuan letak TPS juga dilakukan sesuai kesepakatan oleh masyarakat bersama aparat wilayah (seksi kebersihan kelurahan).
3. TPS liar telah beberapa kali ditutup oleh aparat wilayah atas perintah Walikota, namun masih banyak yang tetap beroperasi karena warga masih membuang sampah ke TPS liar tersebut yang dikelola oleh pemulung, dalam hal ini petugas Sudin Kebersihan tidak mempunyai kewajiban untuk mengangkut sampah yang berada di TPS liar tersebut.
4. Penertiban dan pemantauan terhadap lapak-lapak/TPS liar harus dilakukan oleh aparat kelurahan secara terus-menerus yang pengawasannya dilakukan oleh Satpol PP kelurahan.
Lokasi tersebut harus segera diprogramkan untuk penghijauan atau taman interaktif. Program ini dikoordinasikan Walikota setempat.
5. Larangan terhadap masyarakat yang membuang sampah tidak pada tempat yang telah ditentukan/disediakan dan membakar sampah yang sesuai dengan persyaratan teknis pengolahan sampah telah diatur dalam Pasal (29) UU No 18 Tahun 2008 tentang Pengolahan Sampah yang saat ini sedang proses pembuatan perda.
6. Sosialisasi langsung kepada masyarakat terhadap aturan dan mekanisme pengelolaan sampah sesuai UU No 18/2008 khususnya untuk Jl. Buncit Raya dan Jl. Tandean telah dilakukan oleh Dinas dan Sudin Kebersihan, Komisi D DPRD DKI, Pemerhati Persampahan, Dewan Kelurahan, dan tokoh-tokoh/warga setempat pada hari kamis, 22 Oktober 2009, pukul 15.00 sampai 17.00 WIB, bertempat di GOR Mampang Prapatan Jakarta Selatan.
Demikian klarifikasi ini dibuat, terimakasih.


Kepala Dinas Kebersihan
Provinsi DKI Jakarta
Ir Eko Bharuna MT





MAKALAH TUGAS

BAHASA INDONESIA




Disusun oleh :








OPINI
SEPUTAR INDONESIA
KAMIS 18 MARET 2010

TANTANGAN BAGI PEMERINTAH UNTUK MEMBUAT MEKANISME DAN TATA CARA PEMBAYARAN PAJAK LEBIH SEDERHANA .

Pajak adalah penerimaan negara terbesar atau sekitar 70% dari total penerimaan negara yang diharapkan setiap tahun terus meningkat. Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Perubahan 2010, target penerimaan perpajakan ditetapkan sebesar Rp. 733 triliun dan sebanyak Rp. 600 triliun atau sebesar Rp. 50 triliun perbulan disetor Ditjen Pajak. Bila melihat trend setoran pajak dari awal tahun hingga minggu kedua bulan ini, pemerintah optimis bisa memenuhi target penerimaan pajak. Khusus untuk Bulan Maret ini, penerimaan pajak diprediksi tak kurang dari Rp. 60 triliun seiring dengan penyerahan SPT PPh wajib pajak orang pribadi hingga akhir bulan ini.
Beberapa tahun belakangan ini, pemerintah memang cukup gencar menjaring wajib pajak pribadi. Hasilnya tidak mengecewakan. Hanya saja masih perlu dioptimalkan karena tidak sedikit wajib pajak yang belum tersentuh. Bukan berarti wajib pajak ingkar dari kewajibannya, melainkan karena proses pembayaran pajak yang belum praktis. Nah, ini tantangan bagi pemerintah untuk membuat mekanisme dan tata cara pembayaran pajak yang lebih sederhana. Tidak jarang wajib pajak mengeluhkan cara pengisian SPT yang rumit.
Karena itu, kita harus mendorong Ditjen Pajak untuk segera mewujudkan pembuatan rekening khusus bagi para wajib pajak yang sudah diagendakan. Rencana pembuatan rekening itu jangan sampai tertunda. Sebab, penggunaan rekening khusus akan memudahkan para wajib pajak yang selama ini terganggu oleh administrasi perpajakan yang kompleks.
Kabarnya, sistem rekening itu akan memudahkan para wajib pajak dalam kaitan pelayanan administrasi, mulai dari pendaftaran, penagihan hingga pembayaran yang dapat diakses melalui internet. Masyarakat pun berharap, dengan sistem rekening khusus tersebut, wajib pajak tidak lagi berhubungan langsung dengan petugas pajak yang selama ini menjadi sumber penyelewengan pada pembayaran pajak.
Bila sistem rekening itu berhasil diluncurkan, bukan berarti pekerjaan rumah pemerintah dalam upaya mendongkrak penerimaan negara melalui pajak sudah selesai. Persoalan lain yang juga membutuhkan perhatian khusus adalah bagaimana mengatasi penunggak dan calo pajak. Berdasarkan data yang dipublikasi Ditjen Pajak belum lama ini, tercatat sekitar 1,8 juta wajib pajak yang menunggak senilai Rp. 44 triliun hingga 19 februari 2010. apalagi, menagih penunggak pajak bukan persoalan mudah. Buktinya Ditjen Pajak hanya bisa menagih sekita 25-30% dari tunggakan pajak per tahun.
Terjadinya penunggakan pajak tidak boleh hanya dilihat dari sisi wajib pajak saja, karena, tidak sedikit kasus penunggakan pajak terjadi karena wajib pajak tidak puas dengan tagihan pajak yang dibebankan. Akhirnya wajib pajak memilih bersengketa dengan Ditjen Pajak ketimbang menjalankan kewajibannya. Pokok masalahnya tentu berada pada data yang tidak akurat. Sebuah kejadian menarik mengemuka ketika bulan lau Ditjen Pajak mengumumkan sejumlah perusahaan swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) penunggak pajak. Perusahaan yang ditengarai menunggak pajak ramai-ramai membantah. Nah, jangan sampai kejadian serupa terulang. Sebab hal itu menyangkut kepercayaan terhadap Ditjen Pajak.







Menganalis opini dalam koran.
Setelah mencoba menganalisis opini dalam koran dapat disimpulkan alangkah baiknya dilakukan perubahan sebagai berikut:

Kata becetak tebal adalah kata yang sudah mengalami perubahan dari bentuk aslinya.

Selasa, 09 Maret 2010

bahasa inggris,, untuk umat...





Article…….
HOME WORK…

Yugo born in Panggung jati vilage in Serang, Province Banten, Indonesia, date 13 February 1990. Father name is Supardji, he is a teacher in high school. Mother name is Siti Maryam, she is teacher in high school. By father and mother to give he full name is Prayogo pangestu adjie. Now he is staff in office. He work in Pengadilan Tinggi Agama Banten. Yugo have hoby is Play with Scooter, Traveling, joging, and fighting (Taekwondo).

Kata Kerja dan Bentuk-bentuk Kalimat
Kata kerja adalah kata yang menunjukkan atas terjadinya suatu pekerjaan, baik pada masa lalu, sekarang (kebiasaan) maupun masa yang akan datang. Dengan kata lain, kata kerja selalu berhubungan dengan bentuk-bentuk waktu.
Sebelum mengetahui bentuk waktu di dalam kalimat, terlebih dahulu kita ketahui bahwa di dalam bahasa Inggris, kata kerja dari segi bentuknya terbagi menjadi dua, yaitu kata kerja beraturan (regular verb) dengan menambahkan ed pada bentuk II dan ke III. Dan kata kerja tidak beraturan (irregular verb) yang harus dihafalkan karena tidak menambahkan ed pada bentuk ke II dan III


1. Bentuk-bentuk Kalimat (tenses)
Bentuk-bentuk kalimat yang utama dan sering digunakan dalam dialog sehari-hari dan inti dari penggunaan jenis-jenis kata kerja yang harus dikuasai dengan baik yaitu, Simple Present Tense, Simple past tense, Simple future tense, Perfect tense dan Continous tense.

                  a. Simple present tense
Kalimat ini digunakan untuk menunjukkan atas suatu pekerjaan yang biasa dilakukan secara teratur dan biasanya diungkapkan dengan kata-kata keterangan waktu sebagai berikut :
Always [‘olweiz] = Selalu
Almost [ol’mowst] = Hampir
Often [‘oftən] = Sering
Sometimes [‘sΛmtaimz] = Kadang-kadang
Every morning [‘evərie morning] = Setiap pagi
On Friday [on ‘fraidie] = Pada hari Jumat
Every year [‘evərie yir] = Setiap tahun
Rumus sederhana kalimat ini adalah: Subyek + Kata kerja I + Obyek/Keterangan. Contoh :
I eat banana = Saya makan pisang
S + KK.I + O
We go to school = Kami pergi ke sekolah
S + KK.I + Ket
Jika subyeknya adalah kata ganti orang ketiga (He, She dan It) maka kata kerja bentuk I harus ditambahkan s atau es pada akhir kata. Penambahan es apabila kata kerja berakhiran o, ch, sh, ss, x dan y (yang didahului huruf consonant). Contoh :
Andy eats banana
S + KK.I+s + O
Susi goes to school
S + KK.I+es + Ket


Kalimat Negatif Present Tense
Bentuk Negatif, artinya menyatakan TIDAK. Maka sesuai rumus Present Tense, setelah SUBJECT ditambah DO atau DOES, baru NOT, lalu tambah kata kerja bentuk pertama tanpa S atau ES lagi. S atau ES nya dimana? Sudah di doES tadi.
Untuk I, WE, YOU, THEY tambah DO
Untuk SHE, HE, IT, Mufli, Ellen tambah DOES
I do not drink coffee.
She does not drink coffee.
John Scoping does not learn english.
Coba perhatikan She does not drink coffee. Drink nya tidak pake S lagi, pindah ke doES. Biasakan saja, Present Simple Tense ini sepertinya rumit tetapi kalau faham maka enak banget. Ulangi saja baca dari atas 10 kali lagi, biar meresap benar, hehe.. Bikin juga 10 contoh Anda sendiri dengan kata kerja yang berbeda. Yes, belajar bahasa Inggris tak boleh manja, harus aktif, baru akan bisa.
Kalimat Tanya Present Tense
Kalimat tanya untuk Present Tense sesuai rumus diatas, atau saya tulis lagi seperti ini:
Tanya: DO/DOES + S + V1
Sama saja pasangannya. Untuk I, WE, YOU, THEY gunakan DO. Untuk SHE, HE, IT, Mufli, Ellen gunakan DOES. Contohnya begini:
Kalimat positifnya: I drink coffee
Kalimat tanya menjadi: DO you drink cofee?
Kalimat positif: She drinks coffe
Kalimat tanya: DOES She drink coffee?
Kalimat tanya seperti diatas disebut juga YES/NO Question. Karena jawabannya memang Yes atau No. Do You drink coffee? “Yes I do” jawabnya. Atau bisa bisa dijawab dengan lengkap: “Yes, I do drink coffee”. Dihilangkan DO nya juga boleh, menjadi kalimat positif lagi: “Yes I drink coffee”.

b. Simple Past Tense
Kalimat ini digunakan untuk menunjukkan suatu pekerjaan yang terjadi di masa lalu dan biasanya diungkapkan dengan menambahkan kata-kata keterangan waktu sebagai berikut :
Yesterday [‘yestərdei] = Kemarin
The day before yesterday [tHə dei bi’fowr] = Kemarin dulu
Just now [jΛst naw] = Baru saja
Last (week/month) [læst/wiek/mΛnth] = (Minggu/bulan) lalu
(days/months/years) ago [dei/yir-a’gow] = (hari/bulan/tahun) lalu
Rumus sederhananya adalah: Subyek + KK.II + Obyek/Keterangan. Contoh :
We ate banana = Kami telah memakan pisang
S + KK.II + O

Susi went to school = Susi telah pergi ke sekolah
S + KK.II + Ket
Pada kata kerja bentuk ke II dan III tidak menambahkan s atau es meskipun subyeknya adalah orang ketiga.
Kalimat Negatif Past Tense
Sesuai rumusnya: S + did + not + V1
Perhatikan dengan seksama, Kata kerjanya berubah lagi menjadi bentuk pertama (V1). Lalu kata kerja bentuk past-nya kemana? Pindah ke DID nya itu. Tadi kan diatas sudah saya bilang:
V1 -V2 – V3: Do – Did – Done
Jadi kita pakai “Did”. Karena negatif maka tambah “Not”. Jadi Did Not! hehe..
Kalimat positif tadi, kita jadikan negatif:
-I saw her standing there
Menjadi: I did not see her standing there
Lihatlah saw jadi see lagi. See-saw-seen kan bentuk kata kerjanya?
Yes benar, berurusan dengan Past Tense maka Anda perlu mempunyai banyak perbendaharaan.
Positif : My Father bought this car last year
Negatif : My Father did not BUY this car last year
Kalimat Tanya Past Tense
Kalau Anda sudah tau kalimat negatif Past Tense maka kalimat tanya tinggal dibalik, DID nya di depan Subject.
Positif : My Father bought this car last year
Tanya : Did My Father BUY this car last year
Boleh saja Anda tambahkan dengan Where, When, Why dan sebagainya seperti ini:
-When did my father buy this car?
-Why did they go to tokyo?

c. Simple future tense
Kalimat ini digunakan untuk menunjukkan atas suatu pekerjaan yang akan dilakukan (masa yang akan datang) dengan menambahkan kata keterangan waktu yaitu :
Tomorrow [tə’marow] = Besok
The day after tomorrow [tHe dei ‘æftər..] = Lusa
Next (week/month) [nekst…] = (Minggu/bulan) depan
Rumus sederhananya adalah : Subyek + will/shall + KK.I + Obyek/Keterangan. Contoh :
I will eat banana = saya akan makan pisang
S + will/shall + KK.I +O
We shall go to school = Kami akan pergi ke sekolah
S + will/shall + KK.I + Keterangan
Will dan Shall berarti akan. Will dapat digunakan untuk semua kata ganti orang sedangkan shall hanya dapat digunakan untuk I dan We saja.


d. Present perfect tense
Kalimat ini digunakan untuk menunjukkan atas perbuatan yang sudah dilakukan baik dahulu maupun hingga kini. Dan biasanya dibubuhi kata-kata:
Already [ol’redie] : Sudah
Almost [ol’mowst] : Hampir
For … [for] : Selama ….
Since [sins] : Sejak
Often [‘oftən] : Sering
Rumus sederhananya adalah : Subyek + Have/Has + K.K.III + Obyek/Ket. Contoh:
I have eaten banana = Saya telah/sudah makan pisang
He has gone to school = Dia telah/sudah pergi ke sekolah
Have digunakan untuk I, You, We dan They. Sedangkan Has digunakan untuk orang ketiga yaitu He, She dan It.
1. e. Present continous tense
Kalimat ini digunakan untuk menyatakan suatu perbuatan yang sedang dilakukan atau atas pekerjaan yang sementara terjadi dan berlangsung. Sehingga pada kalimat ini mengandung arti sedang.
Rumus sederhananya adalah : Subyek + TO BE + K.K.I-ing + Obyek/Ket. Contoh :
I am eating banana = Saya sedang makan pisang
She is going to school = Dia sedang pergi ke sekolah
Is she going to school? = Apakah dia sedang pergi ke sekolah?
2. Kata Kerja khusus
Kata kerja khusus adalah kata kerja yang tidak membutuhkan imbuhan/akhiran s atau es untuk he, she dan it. Kata kerja khusus tersebut yaitu :
Can [kæn] = Dapat
May [mei] = Boleh
Must [mΛst] = Harus
Will [wil] = Akan
Could [kud] = Dapat
Should [syud] = Seharusnya
Have [hæv] = Mempunyai
Need [nied] = Perlu
Dare [dær] = Berani
Setelah kata kerja khusus, tidak dibenarkan untuk menggunakan to dan tidak diperbolehkan menggunakan dua kata kerja khusus secara berdekatan atau dengan menggabungkannya. Contoh :
I will go bukan I will to go
He will go bukan He will can go
Apabila dalam suatu kalimat pernyataan yang menggunakan salah satu kata kerja khusus ini dan akan diubah menjadi kalimat Tanya, maka hanya dengan memindahkan keta kerja khusus tersebut ke depan kalimat. Dan menambahkan not setelah kata kerja khusus untuk kalimat sangkal. Contoh :
We can do it = Kita dapat melakukannya
Can we do it = Apakah kita dapat melakukannya
We cannot do it = Kita tidak dapat melakukannya
We can’t do it = Kita tidak dapat melakukannya
1. 3. Do, Does dan Did
Kata Do selain berarti mengerjakan/melakukan, juga berfungsi sebagai penegas dan memperkuat (tawkiid) suatu kalimat. Contoh :
I do my homework = Saya mengerjakan PR-ku
I love you = Aku mencintaimu
I do love You = Aku benar-benar sangat mencintaimu
Disamping itu,Do, Does dan Did juga berfungsi sebagai kata bantu, khusus pada kata kerja (verb) dalam bentuk kalimat sangkal (-) dan kalimat tanya (?). Does digunakan bagi kata ganti orang ketiga yaitu He, She dan It, sedangkan Do digunakan bagi kata ganti orang selain orang ketiga yaitu I, You, We dan They yang menunjukkan atas terjadinya kejadian pada waktu sekarang dan Did adalah bentuk lampau dari Do dan Does. Contoh :
I do not / don’t know about it = Saya tidak mengetahuinya
She does not / doesn’t come = Dia tidak datang
I did not / didn’t know = Saya tidak tau
Jika ingin mengubah kalimat di atas menjadi kalimat Tanya atau kalimat Tanya yang mengandung sangkalan yaitu dengan meletakkan kata bantu tersebut di awal kalimat. contoh :
Do I know about it? = Apakah saya tahu hal itu?
Does she come? = Apakah dia datang?
Don’t I know about it = Bukankan saya tahu hal itu?
Doesn’t she come = Bukankah dia akan datang?
Don’t they go to school = Bukankah mereka pergi ke sekolah?
4. Kalimat Pasif
Kalimat pasif yaitu kalimat yang menunjukkan atas keadaan subyek yang pasif. Penggunaan kalimat pasif ini disebabkan karena belum diketahui subyeknya atau sengaja menyembunyikannya ataupun takut untuk menyebutkan subyeknya. Arti yang terkandung di dalam kalimat pasif selalu berawalan ber-, ter-, dan di-. Bentuknya yaitu dengan menggunakan TO BE + Verb III (past participle). Contoh :
My cheek is/was cut = Pipi saya terluka
The situation is/was changed = Situasi telah berubah
The balls are/were thrown = Bola-bola itu dibuang/dilemparkan
My money is/was stolen = Uang saya dicuri
She is/was fallen = Dia terjatuh
5. Ekor pertanyaan (Question tag)
Ekor pertanyaan atau Question tag adalah kata Tanya yang terletak di akhir suatu kalimat dan dapat berarti kan? Atau bukan? Contoh dalam bahasa Indonesia, “Dia cantik kan?” Dan “dia cantik bukan?”.
Apabila kalimat pertama positif (+) maka ekor pertanyaannya harus negative (-) dan sebaliknya dengan memperhatikan setiap kata bantu yang terletak padanya baik dari TO BE ataupun TO DO. Bentuk negative dari is not, are not, do not, does not, did not, selalu disingkat menjadi isn’t, aren’t, don’t, doesn’t, didn’t. Contoh :
You are Tedy, Aren’t you? = Kamu tedi, bukan?
She is not lazy, is she? = Dia tidak malas, kan?
You study English now, don’t you? = Kamu belajar bahasa Inggris sekarang, bukan?
She doesn’t came , does she? = Dia tidak datang, kan?
You wrote a leter, didn’t you? = Kamu telah menulis surat, bukan?
6. Kependekan (contraction)
Masalah yang kadang membingungkan pada saat membaca atau mendengarkan dialog adalah gabungan dari dua kata yang dipendekkan atau disingkat yang sulit dicerna oleh pendengaran, yaitu :
I’ll [ail] I will = Saya akan
You’ll [yueul] You will = Kamu akan
We’ll [wil] We will = Kita akan
They’ll [dæeul] They will = mereka akan
He’ll [hi:l] He will = Dia (lk) akan
She’ll [syi:l] She will = Dia (pr) akan
It’ll [itl] It will = Ia akan
I’m [æm] I am = Saya (adalah)
You’re [yueu] You are = Kamu (adalah)
We’re [wieu] We are = Kami (adalah
He’s [hi:z] He is = Dia (adalah)
She’s [syi:z] She is = Dia (adalah)
I’ve [aæv] I Have = Saya mempunyai
You’ve [yuev] You have = Kamu mempunyai
Don’t [deunt] Do not = Tidak/bukan
Doesn’t [dasnt] Does not = Tidak
Didn’t [didn’t] Did not = Tidak/bukan
Isn’t [iznt] Is not = Tidak/bukan
Aren’t [a:rnt] Are not = Tidak/bukan
I’d [aid] I had/ I would = saya sebaiknya
Can’t [kænt] Can not = Tidak dapat
Wouldn’t [wudnt] Would not = Seharusnya tidak
Mustn’t [masent] Must not = Tidak harus
Couldn’t [kudnt] Could not = Tidak dapat

7. Two words verb
Di dalam bahasa Inggris terdapat beberapa kata kerja yang terdiri dari dua suku kata, dengan kata lain jika kata kerja tersebut dipisahkan dari kata tersebut maka akan mengalami perubahan pada arti. Two words Verb kadang juga disebut dengan Separated and Unseparated Verbs dimana letak antara kedua kata tersebut dapat dipisahkan dan tidak dapat dipisahkan. Contoh :
He called it off = Dia membatalkannya
He put his traveling off = Dia menunda keberangkatannya
I will take it up = Saya akan mempelajarinya
You can tried it up = Kamu dapat mencobanya
They talked it over = Mereka mendiskusikannya
I run into him = Saya menemuinya
We look for him = Kami mencarinya

8. Bentuk ing (-ing form)
Perhatikanlah beberapa arti dan bentuk penggunaan –ing pada contoh-contoh di bawah ini :
1. Berarti sedang. Contoh :
I’m sitting = Saya sedang duduk
1. Terletak setelah kata mind. Contoh :
Would you mind shutting the door = Sudikah anda menutup pintu
1. Sebagai benda. Contoh :
Swimming is my hobby = Renang adalah hobiku
Spelling = Ejaan
Walking stick = Tongkat untuk berjalan
Meeting = Pertemuan, Rapat
Dining room = Ruang makan
1. Setelah kata depan before, after, for, without, in, at, on, by, dan of.
After coming…. = Setalah datang ….
Before going… = Sebelum pergi…
For giving… = Untuk memberikan ….
Without knowing… = Tanpa mengetahui….
9. Penggunaan If
If dapat berarti jika dalam kalimat pengandaian dengan menggunakan tambahan kata were untuk semua subjek. Contoh :
If I were a rich man, I would buy a plane
Jika saya orang yang kaya, saya akan membeli pesawat
If she were here, I would kiss her
Jika ia ada di sini, saya akan menciumnya
If I have time, I’ll go there
Jika saya mempunyai waktu, saya akan pergi ke sana
If I had time, I would go there
Jika saya mempunyai waktu, saya akan pergi ke sana
10. Either … or… dan Neither… nor…
Perhatikanlah contoh-contoh di bawah ini :
I like either mango or banana = Saya suka mangga maupun pisang
I like neither mango nor banana = Saya tidak suka mangga maupun pisang
Which one would you like = Yang mana yang kamu suka
Either one is fine = Yang mana saja boleh
He isn’t a student either = Dia juga bukan seorang pelajar

11. Jam (Time)
Dalam bahasa Inggris tidak digunakan pukul 13 – 24. Sebagai penggantinya digunakan a.m (ante meridiem) antara pukul 01:00 – 12:00. Sedangkan p.m (post meridiem) digunakan antara pukul 13:00 – 00:59.
Past digunakan apabila jarum panjang berada di antara angka 12 hingga 6. To digunakan apabila jarum panjang berada di antara angka 6 hingga 12. Half digunakan apabila jarum panjang berada pada angka 6. A Quarter digunakan untuk menggantikan 15 menit. Contoh :
01:00 One o’clock (sharp) = jam 01:00 (tepat)
12:10 Ten (minutes) past twelve = jam 12:10
11:15 A quarter past eleven = Jam 11:15
01:30 Half past one = Jam 01:30
04:30 Half past four = Jam 04:30
08:35 Twenty five to nine = Kurang 25 jam 9
06:45 A quarter to seven = Kurang 15 jam 7

Selasa, 09 Februari 2010

KELUARGA



Keluarga adalah satu kesatuan norma dan tata cara yang diterima untuk menyelesaikan berbagai tugas penting dalam masyarakat. Membuat defenisi keluarga memang agak sulit karena istilah keluarga digunakan orang dengan berbagai maksud dan pengertian. Misalnya, keluarga bapak anton yang berbahagia karena mendapatkan seorang bayi yang mungil. Istilah keluarga disini tentunya menunjukan sekumpulan orang yang terdiri dari atas bapak Anton, istrinya, bayinya yang baru lahir. Kadang-kadang kita juga menggunakan istilah keluarga dengan arti yang berbeda misalnya, keluarga besar SMA Damai

menyelenggarakan bhakti sosial disepanjang jalan protokol kota tersebut. Istilah disini menunjukan bahwa sekumpulan orang-orang yang terdiri atas siswa, guru, dan karyawan sekolah.

Rodney Stark (1987)
Keluarga adalah suatu lembaga manusia yang terdapat dalam setiap masyarakat dan merupakan struktur kekerabatan yang berfungsi menyosialisasikan anggotanya yang baru lahir

George P. Murdock (1983)
Keluarga adalah kelompok yang bercirikan tempat tinggal yang sama, kerja sama dalam berbagai bidang ekonomi, perlindungan, dan melahirkan anak (reproduksi). Kelompok ini termasuk anak-anak, dewasa laki-laki dan perempuan, dan sekurang-kurangnya dua dari mereka menjaga hubungan seks yang diakui serta memiliki satu atau lebih anak yang dilahirkan dari hubungan tersebut.

tipe keluarga
1. berdasarkan jumlah anggota dan besarnya ruang lingkup keanggotaan, keluarga dibagi menjadi dua tipe, yaitu sebagai berikut.
a. Keluarga inti atau keluarga batih adalah keluarga yang anggotannya terdiri atas ayah, ibu, anak yang belum menikah, termasuk juga anak-anak angkat atau anak tiri yang belum menikah.
b. Keluarga luas adalah keluarga inti yang diperluas keanggotaannya. Jadi, pada keluarga luas, anggotannya terdiri atas ayah, ibu, keponakan, paman, bibi, kakek, nenek, dan saudar-saudara sepupu dari anak-anak.
2. berdasarkan faktor yang membentuknya, keluarga dibedakan menjadi dua tipe pula, yaitu sebagai berikut.
a. keluarga yang dibentuk berdasarkan hubungan pernikahan tau kehidupan bersama antara sepasang suami istri yangs ah akibat pernikahan.
b. Keluarga dengan hubungan kerabat sedarah adalah keluarga yang dibentuk berdasarkan pada hubungan darah dari sejumlah orang dalam kerabat.

b. bentuk pernikahan
1. dilihat dari banyaknya laki-laki dan perempuan yang terlibat dalam senuah pernikahan, maka pernikahan dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
a. monogami, yaitu pernikahan antara seorang pria dan perempuan saja.
b. poligami, yaitu pernikahan antara seorang pria atau perempuan dengan beberapa perempuan atau pria. Poligami dibedakan menjadi dua, yaitu :
- poligini, apabila seorang pria menikah dengan lebih dari satu orang perempuan
- poliandri, apabila seorang perempuan menikah dengan lebih satu orang pria.
2. berdasarkan asal suami istri, pernikahan dibedakan menjadi empat macam.
a. eksogami, apabila pernikahan dilakukan dengan seorang kelompok diluar lingkungannya (di luar ras, marga, atau kelompoknya).
b. endogami, apabila pernikahan dilakukan dengan seseorang yang berasal dari lingkungan sendiri.
c. homogami, apabila pernikahan terjadi antara pria dan perempuan yang berasal dari lapisan atau kedudukan sosial yang sama.
d. heterogami, apabila pernikahan terjadi antara pria dan perempuan dari dua keluarga yang berlainan lapisan sosialnya.

c. aturan pernikahan
salah satu aturan yang mengatur siapa yang boleh dan tidak boleh dinikahi adalah inceest taboo, yaitu larangan melakukan pernikahan dengan keluarga yang sangat dekat. Aturan pernikahan yang lain adalah mas kawin. Mas kawin adalah pemberian sejumlah hadiah berupa barang atau uang dari pihak laki- laki kepada pihak perempuan. Fungsinya adalah untuk mengembalikan keseimbangan dalam keluarga perempuan karena anak gadisnya berpindah ke tempat laki-laki. Sedangkan pola adat dimana pasangan suami istri yang baru menikah memilih untuk memetap dikenal ada beberapa macam, yaitu sebagai berikut.
patrilokal, yaitu pasangan pengantin bertempat tinggal disekitar kerabat suami
matrilokal, yaitu apabila pasangan pengantin bertempat tinggal disekitar pusat kediaman kerabat istri.
Bilokal, apabila pengantin baru menetap secara bergantian antara tempat kerabat istri dan kerabat suami.
Neolokal, apabila pasangan pengantin baru mencari tempat kediaman baru yang bukan
e. Avunkulokal, apabila pasangan pengantin baru bertempat tinggal dirumah saudara laki-laki ibu dari pihak suami
f. Natalokal, apabila pasangan suami istri baru tidak tidak tinggal bersama-sama, tetapi masing-masing bertempat tinggal didaerah kelahiran masing-masing, dan hanya berkunjung untuk waktu yang relatif pendek.
g. Utrolokal, apabila pasangan suami istri bebas menentukan tempat tinggal yang diinginkan setelah mereka menikah.

FUNGSI KELUARGA

Keluarga memiliki fungsi sebagai berikut:
mengatur hubungan seksual
fungsi reproduksi
fungsi sosialisasi
fungsi afeksi (kasih sayang)
fungsi penemuan status
fungsi perlindungan
fungsi ekonomi

Peranan Keluarga

Sosialisasi yang salah atau tidak sempurna dalam keluarga dapat menyebabkan kepribadian anak menyimpang pula. Jika dibesarkan dalam keluarga yang tidak peduli dengan tetangga. Kelak anak itu juga akan berperilaku sama.